Pingin Beli Buku:
August 1, 2008 by bukabuku
Sudah lama tidak beli buku baru. Beberapa kali jalan ke Jatos, tujuannya langsung ke lantai bawah, ke BBC, melototin judul-judul buku yang terpajang, siapa tahu ada yang menarik untuk dibeli. Ke toko buku, selalu menjadi siksaan tersendiri. Pertama, begitu banyak buku yang pingin dibeli, dibaca, dan diresensi, tapi apa daya, isi kantong selalu tidak bisa diajak kompromi, apalagi harga buku-buku baru dan bagus sekarang mahal-mahal. Untuk buku yang setidaknya memenuhi standar selera bacaku harganya mininal 30 ribuan. Apalagi novel-novel bagus dari Serambi, Gramedia, dan Mizan, rata-rata 50 ribuan. Gila, 50 rb, men. Aku harus puasa gak makan gak jajan gak ngopi gak udud beberapa hari untuk bisa beli.
Kemarin ngelihat novel "Things Falls Apart" Chinua Achebe, di Tisera Jatos, berasa pingin beli. Tapi ngelihat harganya, Towewew… mikir-mikir. Apalagi aku sedang nyari kumcer Korea "Laut dan Kupu" harganya 40 ribu, beberapa kali ke BBC belum ada juga. Rencananya sih, pingin ikut lomba esai "mengenal budaya korea lewat cerpen". Sudah lama tidak menulis resensi buku, ingin berlatih menulis lagi.
Ngelihat novel Orhan Pamuk - Snow di display, selalu ingin beli. Meskipun akhirnya selalu tidak beli -lagi-lagi karena harga, selalu saja buku itu aku ambil, aku pegang-pegang, timang-timang, baca blurbnya berulang-ulang. Ngelihat novel Amin Maalouf - Samarkand, aku ambil juga. Novel ini udah saya baca. Beberapa hari kemarin, sebuah email dari Serambi masuk ke inbox, meminta ijin untuk memuat komentarku atas novel itu di cetakan keduanya. Hahaha. Surprise. Agak tidak percaya, aku belum sekapable itu untuk memberi endorsment sebuah buku, apalagi ini novelnya Amin Maalouf. Memangnya siapa saya ini. Tentu saja saya mengijinkan. Terserah nantinya jadi dimuat ato gak komentarku itu di buku cetakan kedua, tidak jadi soal. Kalo dimuat ya senang sekali, kalo gak jadi ya, gak apa-apa.
Ngeliat buku-buku terbitan Matahati, ngiler, pingin baca: Dragon Keeper, Purple Dragon, Children of The Lamp, Alchemist, Flyte, Soul Eater, dan Outcast. Huaaaa. Kapan bisa beli buku segitu banyak.
Ngelihat "Lolita" Nabokov, semakin sedih rasanya. Muahal, gak kebeli. Meski dah pernah nonton film yang diadaptasi dari buku itu, tetap ingin baca versi teksnya. People said, it was one of the greatest novel ever.
Ah, banyak sekali buku yang ingin dibeli.
mesakke tenan . . .